10 Mei 2009

Know Your Limit

Seorang teman menulis persoalannya di blog pribadinya. Kira-kira begini rangkumannya: “Semalam seorang teman mengirim SMS: ‘Only u know ur limit, don’t give up easily, but knowing when 2 quit is also a crucial thing’. Jawaban atas keluhan saya yang berat menghadapi sebuah persoalan. Persoalan pelik yang membuat saya ingin menyerah.
Saya sudah melakukan apapun yang saya bisa untuk mengatasi persoalan itu. Tapi tiba-tiba saya kelelahan menghadapi badai itu. Saya merasa tidak mampu mengatasi dan terutama merasa tak sanggup memenuhi harapan orang-orang di sekeliling saya. Buat apa saya buang-buang waktu mengatasi hal yang tidak bisa saya atasi?
Di saat semua gelap, SMS itu menjadi oase di tengah kegersangan. Saya seperti dikuatkan. Tidak ada yang salah dengan menyerah karena hanya kita yang tahu batas kemampuan kita. Tapi sebaiknya jangan mudah menyerah sampai batas itu sungguh sudah terlampaui. Dan yang terpenting, tahu kapan saatnya terus berjuang atau berhenti.”
Teman saya beruntung mendapat SMS bijak itu. Sering kali kita sibuk dengan kebingungan dan kebimbangan karena takut membuat keputusan. Asal tahu kemampuan kita dan lantas berani membuat pilihan, kalah atau menang tak perlu terlalu dipusingkan. Sudah lebih dari cukup jika kita mampu memaksimalkan kemampuan kita – terlepas dari hasil akhirnya. Bukankah kegagalan adalah sukses yang tertunda?



[Hanya kita sendiri yang tahu batas kemampuan kita. Jangan menyerah. Tapi, tahu kapan harus berhenti juga amat sangat penting.]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar